By: Ustadz Aris وسئل فضيلته : هل السنة في التراويح أن تفتتح في ركعتين خفيفتين كصلاة
القيام أم لا ؟؟
Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin ditanya mengenai apakah
termasuk sunnah Nabi dalam shalat Tarawih membukanya dengan dua rakaat ringan
sebagaimana dalam shalat Tahajud?
أجاب : لا ،ليس هذا هوالسنة ، لأن صلاة القيام تفتتح بركعتين خفيفتين
حيث ان الشيطان اذا نام الانسان عقد على قافيته ثلاث عقد، فاذا قام وذكر الله
انحلت عقدة فاذا توضأ انحلت الثانية فاذا صلى انحلت الثالثة ولهذا كان مشروعا
تخفيف الركعتين الأوليين من قيام الليل ليكون ذلك أسرع فيحلّ العقد .
Jawaban beliau, “Tidak, itu tidak sesuai dengan sunnah Nabi
karena shalat Tahajud itu dibuka dengan dua rakaat ringan karena jika seorang
itu tidur maka setan memasang tiga ikatan pada tengkuknya. Jika orang
tersebut bangun dan berdzikir mengingat Allah maka lepaslah satu ikatan. Jika
dia berwudhu maka lepaslah ikatan yang kedua. Jika dia mengerjakan shalat maka
lepaslah ikatan ketiga. Oleh karena itu dituntunkan untuk mengerjakan dua
rakaat tersebut dengan cepat agar semakin cepat hilangnya ikatan setan
tersebut” [Arbain Sualan fi Fiqh Shiyam wa Fadhli Qiyam].
Shalat iftitah dituntunkan sebelum tahajud namun tidak dituntunkan sebelum tarawih sebagaimana dalam penjelasan di atas.realita menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa shalat tarawih beda dengan shalat tahajud. tarawih dianjurkan di masjid, tahajud di rumah. tahajud berjamaah di masjid dengan kesepakatan bersama terlarang, dalam tarawih tidak terlarang dst...wallohu a'lam bishoab